Inilah wasiat yang sangat berharga dari ulama salaf mengenai sebab-sebab kematian hati. Sudah sepantasnya kita menyimak dan mengambil pelajaran darinya.
Seorang ulama salaf (generasi terdahulu umat Islam) bernama Syaqīq bin Ibrāhīm rahimahullāh menceritakan bahwa pada suatu hari Ibrāhīm bin Adham (Abū Isḥāq al-Khurasānī) rahimahullāh melewati sebuah pasar di Kota Bashrah, Irak.
Lalu orang-orang pun mengerumuninya dan bertanya kepadanya:
يَا أَبَا إِسْحَاقَ إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ فِي كِتَابِهِ : ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ (سورة غافر آية: ٦٠) ، وَنَحْنُ نَدْعُوهُ مُنْذُ دَهْرٍ فَلا يَسْتَجِيبُ لَنَا
“Wahai Abu Ishaq, Allah Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan doamu.’ (QS. Ghāfir: 60)
Sementara kami selalu berdoa kepada-Nya semenjak waktu yang lama, namun Dia tidak pernah mengabulkan doa kami.”
Maka Al-Imam Ibrāhīm bin Adham rahimahullāh pun berkata:
يَا أَهْلَ الْبَصْرَةِ، مَاتَتْ قُلُوبُكُمْ فِي عَشَرَةِ أَشْيَاء
“Wahai penduduk Bashrah, (yang demikian itu) karena hati kalian telah mati disebabkan sepuluh perkara.”
أَوَّلُهَا: عَرَفْتُمُ اللَّهَ ولَمْ تُؤَدُّوا حَقَّه
“Pertama: Kalian mengenal Allah, namun kalian tidak menunaikan hak-Nya.”
الثَّانِي: قَرَأْتُمْ كِتَابَ اللَّهِ ولَمْ تَعْمَلُوا بِه
“Kedua: Kalian membaca Kitabullah (Al-Quran Al-Karim), namun kalian tidak mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya.”
وَالثَّالِثُ: ادَّعَيْتُمْ حُبَّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَرَكْتُمْ سُنَّتَه
“Ketiga: Kalian mengaku cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, namun kalian meninggalkan tuntunannya.”
وَالرَّابِعُ: ادَّعَيْتُمْ عَدَاوَةَ الشَّيْطَانِ وَوَافَقْتُمُوهُ
“Keempat: Kalian mengatakan benci dan memusuhi Setan, namun kalian justru selalu menyepakati dan mengikutinya.”
وَالْخَامِسُ: قُلْتُمْ نُحِبُّ الْجَنَّةَ ولَمْ تَعْمَلُوا لَهَا
“Kelima: Kalian mengatakan, ‘kami cinta surga’, namun kalian tidak beramal untuk mendapatkannya.”
وَالسَّادِسُ: قُلْتُمْ نَخَافُ النَّارَ وَرَهَنْتُمْ أَنْفُسَكُمْ بِهَا
“Keenam: Kalian mengatakan, ‘kami takut masuk Neraka’, namun kalian justru menggadaikan diri kalian dengannya.”
وَالسَّابِعُ: قُلْتُمْ إِنَّ الْمَوْتَ حَقٌّ وَلَمْ تَسْتَعِدُّوا لَهُ
“Ketujuh: Kalian mengatakan, ‘sesungguhnya kematian pasti akan datang’, namun kalian tidak mempersiapkan diri untuk menyambutnya.”
وَالثَّامِنُ: اشْتَغَلْتُمْ بِعُيُوبِ إِخْوَانِكُمْ وَنَبَذْتُمْ عُيُوبَكُمْ
“Kedelapan: Kalian sibuk mencari aib saudara-saudara kalian, namun lalai dari aib diri kalian sendiri.”
وَالتَّاسِعُ: أَكَلْتُمْ نِعْمَةَ رَبِّكُمْ ولَمْ تَشْكُرُوهَا
“Kesembilan: Kalian memakan kenikmatan dari Rabb kalian, namun kalian tidak pernah mensyukurinya.”
وَالْعَاشِرُ: دَفَنْتُمْ مَوْتَاكُمْ وَلَمْ تَعْتَبِرُوا بِهِم
“Kesepuluh: Kalian menguburkan orang mati di antara kalian, namun kalian tidak mau mengambil pelajaran darinya.”
Semoga Allah Azza wa Jalla selalu melindungi Keluarga Besar Markaz Ilmu dari segala perkara yang dapat merusak dan mematikan hati.
(Ditulis oleh Al-Ustadz Abu Umar Andri Maadsa ḥafizhahullāh)