Semoga ALLAH Ta’ala Menjaga Syaikh Dzulqarnain Muhammad Sunusi hafizhahullah
Tokoh Dakwah Ahlus Sunnah di Indonesia. Menurut Ulama Besar Yaman, Syaikh Muqbil bin Hadi Rahimahullah pendiri Darul Hadits Dammaj Yaman.
Asy-Syaikh Abul Hasan Ali Ar-Rozihy (‘Ulama Yaman) hafizhahullah berkisah tentang ‘KEUTAMAAN’ Al-Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi hafizhahullah.
Ustadz Dzulqarnain Menurut Pandangan Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i
Bismillaahirrahmaanirrahiim..
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
Saya bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah satu-satu-Nya dan tidak ada sekutu bagi-Nya dan saya bersaksi bahwa Muhammad shollallaahu ‘alai wasallam hamba dan utusan-Nya
Adapun setelah itu;
Maka sungguh Allah telah mudahkan bagi saya di bulan Syawal tahun 1437 H berkunjung ke negeri Indonesia untuk menjadi pembicara dauroh bersama beberapa masyayikh yang mulia.
Dan pada saat itu saya ditanya tentang apa yg saya ketahui tentang Syaikh yang mulia Dzulqarnain, Pimpinan Ma’had As-Sunnah Makassar,
Maka saya katakan: Saudara kami As-Syaikh Dzulqornain semoga Allah memberkahinya adalah termasuk teman kami ketika belajar ilmu syar’i di Daarul Hadits di Dammaj di bawah bimbingan guru kami Al-‘Allaamah Al-Muhaddits Muqbil bin Haadi Al-Wadi’iy rahimahullaah dan saya mengetahuinya selama berteman akrab dan bersama-sama ketika belajar di majelis guru kami Al-Waadi’iy dan yang selain itu.
Dan saya mendapati beliau termasuk dari orang-orang yg bersemangat, bersungguh-sungguh, berkomitmen dan mempunyai pemahaman (yang lurus) bersamaan dengan apa yang Allah telah karuniakan kepadanya berupa kecerdasan dan bagusnya dalam mengambil manfaat sehingga pada kurun waktu yg diberkahi, beliau mendapatkan berbagai bidang ilmu agama sehingga beliau dikenal di antara para pelajar dengan bisa mengambil faidah dengan baik dan mengajarkannya.
Dahulu guru kami Al-Waadi’iy rahimahullaah sangat memuliakan, menghormati dan memujinya.
Dan dari yang saya ingat di majelis guru kami beberapa hal diantaranya:
1) Sungguh Syaikh terkadang mengkhususkan kepadanya sebagian pertanyaan yang besar (sulit) ketika mengetahui beliau berilmu.
2) Suatu waktu Syaikh bertanya: Siapa perawi yang paling kuat pada Ibnu Juraij ?
Maka tidak ada satu pun yang menjawab kemudian Dzulqarnain mengacungkan tangannya dan menjawab Hajjaj bin Muhammad Al-Mishishy kemudian Syaikh membenarkannya dan senang dengan hal tersebut.
3) Bahwasanya dia meneliti sebuah hadits dari seluruh jalan periwayatannya dan membacakannya di hadapan Syaikh di majelis umum di depan para pelajar sehingga beliau telah mengerjakan dengan baik dan memberikan faidah dan Syaikh mendoakan kebaikan untuknya.
4) Bahwa setelah perjalanannya menuju Madinah Nabawiyah, beliau menelpon Syaikh kemudian Syaikh di pelajaran antara Maghrib dan ‘Isya di tengah pelajaran berkata kepada kami : Wahai Saudaraku, telah menelponku Al-Akh Dzulqornain dari Madinah, segala puji bagi Allah Saudara Dzulqornain telah menjadi tokoh dakwah Sunnah Nabi Shollallaahu ‘alahi wa Sallam.
Segala puji bagi Allah, Saudara kami Dzulqornain kembali ke negerinya dan membuka ma’had (pondok pesantren) dan
Allah telah membukakan kepadanya kebaikan dan manfaat dengan dakwahnya.
Siapa saja yang membantunya di negeri Indonesia dan negeri-negeri selainnya dari negara tetangga dan Dia berjalan di atas dakwah menyerukan kebenaran dan mengajak manusia di atas Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman generasi awal Salafush Sholeh, memuliakan, menghormati ulama Ahlus Sunnah, menjauhi fitnah, kelompok-kelompok dan fanatisme.
Inilah yang kami kira (ketahui) dan tidaklah kami memastikan akhir seseorang dan mengetahui batinnya karena yang demikian tersembunyi (tersamarkan) dari kami akan tetapi kami mengetahui dari yang nampak pada beliau.
Allah yang menghitung dan membalas atas amalannya.
Dan kami mohon kepada Allah semoga Allah tetapkan kami, menjauhkan kami fitnah yang nampak atau pun yang tersembunyi, memberikan kepada kami pahala dan kami bermanfaat bagi Islam dan muslimin serta memberikan kerendahan hati dan keikhlasan serta menerima amalan kami. Sesungguhnya Dia Rabb kami dan kami adalah hambanya. Dan tidaklah ada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan-Nya.
Penulis: Abul Hasan Ali Ar-Rozihiy.
<Pengajar Daar Al-Hadist Dammaj (dulu) dan Daar Al-Hadits Ma’bar, Yaman (sekarang)>
(Di-edit oleh Al-Akh Andri Maadsa )
Semoga Bermanfaat ! Baarakallahufiykum